Jati Diri Penggerak Wawasan
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hidup Mahasiswa!
Perkenalkan saya adalah:
Nama : Mochamad Rafli Andriansyah
Jurusan : Teknik Informatika (Informatika dan Ilmu Komputer).
NIM : 135150207111078
Sebelumnya saya ingin membahas tentang "Jati Diri Penggerak Wawasan". Jati diri itu sebenarnya di artikan sebagai identitas yang mengandung ciri-ciri khusus
yang berfungsi sebagai penanda keberadaan maupun pembeda bagi seseorang
dengan yang lain. Disamping itu, jati diri juga mengandung pengertian
“siapa diri kita sesungguhnya”. Jadi, jati diri itu sangat penting untuk bangsa khususnya generasi-generasi penerus bangsa seperti kami, Mahasiswa. Lalu apa yang di maksud "Penggerak Wawasan"? Secara harfiah kata wawasan mengandung arti pandangan, penglihatan, tinjauan atau tanggapan. Penggerak wawasan adalah suatu gerakan yang mencerminkan suatu pandangan atau sikap mendalam terhadap hakikat.
Indonesia, apakah sudah disebut merdeka? Saya yakin kalian semua akan menjawab "Ya" atau "Bisa Jadi". Secara teknis memang ya, negara kita sudah merdeka. Ingatlah bahwa kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan hasil pemberian Belanda atau Jepang, melainkan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan masa lalu. Sekarang kita bisa hidup tenang, damai, tanpa was-was, tanpa memikirkan adanya rudal nyasar atau penganiayaan dari negara lain itu pun berkat jasa para pahlawan yang telah meletakkan dasar dan cita-cita kemerdekaan sehingga kita menjadi satu bangsa yang berdaulat. Itu juga berkat adanya landasan hidup bangsa kita yang berpegang teguh pada berbagai aspek seperti, Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tapi, dilihat dari fakta nya sekarang ini adalah Negara kita belum di sebut Merdeka secara keseluruhan. Pasalnya, dari segi ekonomi banyak yang berbanding terbalik dengan apa yang di harapkan para pemimpin kita terdahulu. Coba tengok kota-kota besar di Indonesia, orang-orang kota nya memang kaya, tapi pinggiran kotanya, terisi orang-orang yang butuh bantuan dana karena tempat huni mereka sudah tidak layak huni, saya teringat kata-kata "Yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin". Kalaupun ada bantuan, mungkin hanya sekedar bantuan jangka pendek yang segelintir orang-orang di sana hanya bisa menikmati sesaat, kemudian hidup mereka berlanjut seperti sedia kala lagi.
Mungkin banyak faktor yang menyebabkan ketidakseimbangan keadaan ekonomi orang-orang di Indonesia, salah satunya yang paling marak terlihat dan di bicarakan adalah banyaknya yang Korupsi. Sulit di prediksikan orang-orang seperti apa yang korupsi karena mereka mudah menyembunyikan segala perbuatannya, KPK pun mungkin agak kesulitan melacak orang-orang seperti itu. Kalau semua koruptor di jejerkan, mungkin seluas pulau Jawa (agak berlebihan). Lalu apakah tindakan itu pantas? hanya akan merugikan negara kita saja, akan dipandang sebelah mata saja oleh negara lain, dan pasti jadi perbincangan hangat di mana-mana.
Sudah saatnya sekarang, Bangsa kita, Negara kita, Indonesia mempunyai gebrakan baru dalam mengatur segala sesuatunya dimulai dari 0. Meskipun bisa di bilang agak sulit, tetapi kalau ini dianggap program jangka panjang, saya rasa bertahun-tahun kemudian hasilnya akan berbeda kalau memang di jalankan dengan niat yang pasti. Sehingga dengan begitu Bhinneka Tunggal Ika pun akan eksis kembali, juga patuhilah Undang-Undang Dasar Negara Republk Indonesia agar mencapai suatu bangsa yang di inginkan mereka, para pemimpin bangsa masa lalu. Pemikiran itu lah yang akan mendongkrak kita untuk mengigat jasa para pemimpin kita masa lalu yang telah memperjuangkan segalanya demi kita yang saat ini sudah santai, duduk tenang di depan laptop.
Generasi muda seperti kita pun banyak yang mempunyai potensi yang berkualitas, saya pikir jika potensi itu di manfaatkan dengan sebaik mungkin, Indonesia akan mempunyai perbedaan dari negara-negara lain, dan saya rasa generasi muda ini pun yang notabene calon pemimpin masa depan semuanya mempunyai rasa tanggung jawab dan keinginan untuk memperbaiki dan meluruskan semua masalah yang melekat di Indonesia tercinta.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar